Senin, 21 Mei 2012

Ternak Ayam Petarung





 Berawal dari setahun yang lalu, seorang kerabat memberikan saya 2 ekor ayam betina. Kerabat saya bilang ayamnya bagus dijadikan indukan ayam petarung tinggal dicarikan pejantanya saja. konon katanya peranakan ayam betet (Philipina)????? Saya juga kurang begitu paham. Setelah beberapa hari saya kurung ayam tersebut saya umbar di halaman rumah. Beberapa hari kemudian saya pergi kesebuah bengkel untuk service motor, kebetulan disebelah bengkel ada pedagang ayam petarung, sambil menunggu motor saya selesai, saya ke pedagang ayam dan pedagang bilang itu ayam betet, wao.. harganya mahal sekali, perekor berkisar antara Rp. 700 ribu sampai 1,5 juta, dan terpikir oleh saya mencari ayam untuk pejantan, karena harganya terlalu mahal saya urungkan niat untuk membeli.Suatu hari saya minta bantuan teman membeli ayam pejantan, dan akhirnya dapat dengan harga Rp. 500rb katanya berjenis blueface.

Beberapa bulan kemudian ayam saya mulai beranak, dan tumbuh secara alami sampai akhirnya tersisa 4 ekor jantan dan 2 ekor betina, yang jantan saya kandangkan dan mulai saya rawat, memberi makan yang baik, memandikan dan menjemurnya, suatu hari teman saya bilang mau meminjam ayam saya buat diadu, saya berikan ternyata ayam saya menang, karena teman saya suka sama pukulan ayam saya, katanya sih pukulanya cepat dan keras, keempat ayam saya dibeli dan dihargai perekor Rp. 500rb jadi saya dapat 2jt dari anakan ayam saya. 

Dari situ saya mulai suka dan terpacu untuk belajar ilmu merawat ayam petarung, saya mulai mendatangi beberapa peternakan ayam petarung untuk mendapatkan informasi dan ilmu dalam beternak ayam petarung walaupun masih kecil-kecilan, saya mulai membuat kandang ayam dan tempat bertelor indukan ayam saya, dan beberapa informasi yang saya dapat dalam beternak ayam mulai saya terapkan dari ayam baru menetas sampai siap diadu. 

1. Ketika anak ayam menetas jangan langsung dipisah dari induknya. Biarkan anak ayam beraktifitas di tempat pengeraman, tujuannya agar kaki ayam tetap bagus, lurus dan mekar dan tidak bengkok saat dewasa. Setelah dipisah ditempatkan di box tertutup dan dibantu dengan lampu agar suhu tetap hangat.

2. Untuk pakan anak ayam, bisa langsung diberi pakan pabrikan vur 511 dan air yang cukup. Cukup dua kali sehari, pagi sekitar jam 6 dan sore hari jam 4. Vur 511 ini diberikan harus menggunakan takaran, tidak boleh terlalu banyak, jangan terlalu sedikit.
Vur 511 ini diberikan secara rutin sampai usia ayam tiga bulan. Baru beralih ke vur 592 dan dicampur jagung, ini diberikan selama satu setengahbulan. Setelah itu, beralih langsung ke vur 594 dan diberikan selama satu setengah bulan. Saat proses pemberian pakan vur berakhir, usia ayam sudah enam bulan. Setelah itu, bisa diberi pakan biasa, atau pakan jadi untuk ayam petarung
Saat usia ayam enam bulan, ayam usahakan selalu diumbar. Sebab ayam yang baru lepas pakan vur, daging tubuhnya belum pangset atau belum kenyal. Umbaran akan melatih otot ayam. 

3 Jika kokoknya sudah sempurna dan bulunya sudah sempurna tidak ada bulu muda, ayam bisa mulai 
dirawat. Seperti dimandikan, dijemur, dilatih dan diberi suplemen atau vitamin.

Saya masih pemula, semoga informasi ini bermamfaat…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar